Pertanyaan tentang Vaksin
Teori medis menyebutkan bahwa imunitas/kekebalan tubuh atas penyakit ada 2 macam: alami dan buatan. Yang alami biasa dilakukan oleh "korps baret putih" [sebutan pribadi untuk menyebut leucocyt/sel darah putih]. Sedangkan yang buatan melalui vaksin. Vaksin sifatnya khas/spesifik untuk tiap penyakitnya. Vaksin polio khusus untuk polio, vaksin hepatitis B ya untuk hepatitis B gabisa untuk hepatitis A, dst. Vaksin didapatkan dari darah seseorang yang telah berhasil melawan kuman penyakit tersebut. Vaksin diberikan sesuai jadwal. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjadwalkan bayi yang baru lahir harus divaksinasi hepatitis B1 (HB1) dalam 12 jam setelah lahir, 1 bulan kemudian divaksin hepatitis B2 (HB2), 2 tahun kemudian divaksin hepatitis A (hepA), sebelum bayi keluar dari rumah bersalin/rumah sakit harus divaksin polio berlanjut (vaksin polionya) pada bulan ke 2,4,6,18 dan umur 5 tahun, umur 6 bulan harus vaksin HB3, bulan ke 9 campak-1 lanjut campak-2 umur 6 tahun/kelas 1 SD, dst...
Hati ini bertanya, apa iya manusia yang diciptakan Allah sebagai yang paling sempurna dan dalam kondisi terbaik, ternyata selemah itu? Sehingga perlu di-back-up dengan vaksin hasil karya manusia?