Buku Panduan MUI Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia

Buku Panduan MUI Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia
Silahkan diunduh. Gratis!

Sambutan BJ Habibie pada Pemakaman Fanny Habibie 12 Maret 2012


Menteri Luar Negeri yang saya hormati,Bapak-Bapak, Ibu-Ibu & Saudara-saudara para Penta’ziah yang saya hormati

Bismillahirrahmanirrahiem,Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un

Pertama-tama puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wataala, Tuhan Yang Maha Esa, yang atas Kemahakuasaan-Nya telah membangkitkan kehidupan dari kematian dan mematikan atas tiap kehidupan. Allah yang telah mempersatukan hamba-Nya dalam persaudaraan dan ikatan keluarga, yang akan melanggengkan cinta umat-Nya karena didasarkan pada kecintaan pada Allah Subhanahu wataala.


Perkenankanlah dalam suasana yang khidmat ini saya atas nama keluarga Fanny Habibie -- putra-putra, para menantu dan cucu-cucu -- serta atas nama keluarga besar Habibie -- kakak-kakak dan adik-adik saya, kemenakan dan cucu-cucu kami -- menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak, Ibu, handai-taulan pada acara pemakaman adik saya, Fanny Habibie, di tempat peristirahatan terakhir ini. Secara khusus saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah, dalam hal ini Bapak Menteri Luar Negeri yang memimpin acara pemakaman ini sebagai Inspektur Upacara dan menyampaikan Sambutan atas nama Pemerintah. Sungguh perhatian dan kehadiran Bapak-bapak dan para Penta’ziah merupan penyejuk hati kami keluarga besar Habibie di kala musibah kehilangan saudara, ayah dan eyang tercinta menimpa kami.

Sebagaimana Bapak, Ibu dan Saudara ketahui, tadi pagi sekitar jam 7.00 menit, adik saya Junus Effendi Habibie (Fanny) telah dipanggil menghadap Al-Khaliq di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan amat tenang, setelah mendapat perawatan dokter beberapa hari, baik di rumah sakit maupun di kediaman. Almarhum Fanny yang lahir 11 Juni 1937 (menjelang usia 75 tahun) meninggalkan 3 orang putera dan 8 cucu.

Bagi kami saudara-saudara almarhum, figur Fanny adalah saudara yang istimewa, karena selalu hadir sebagai “pelindung” kami ber-tujuh. Bagi saya sendiri, yang hanya berbeda usia satu tahun, Fanny bukan sekedar saudara kandung melainkan juga sebagai sahabat yang sejati, baik dalam suka maupun dalam duka. Walaupun dalam beberapa hal sifat kami bertolak belakang, namun sama sekali tidak mengganggu kedekatan kami berdua. Begitu kuat persahabatan kami, sehingga di antara saudara-saudara saya hanya Fanny saja yang mau “mengkritik”, “mengingatkan”, dan bahkan “memarahi” saya. Tapi kesemuanya itu saya terima dengan “legowo”, karena saya yakin dia lakukan semua itu dengan penuh “kecintaan-sejati” seorang adik.

Dalam suasana yang khidmat ini, perkenankanlah saya memohonkan maaf, apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan dan kealpaan dalam pergaulan yang ada, baik semasa pergaulan di pendidikan Angkatan Laut, di lingkungan birokrasi, di pergaulan sebagai wakil rakyat, dalam pergaulan sebagai wakil bangsa di lingkungan diplomatik, maupun dalam pergaulan di masyarakat pada umumnya, yang kita semua tahu bahwa Fanny begitu luas rentang pergaulan dan silaturahminya. Sungguh, pintu maaf yang Bapak/Ibu bukakan akan mempermudah perjalanan almarhum menghadap Sang Pencipta.

Pada kesempatan ini saya juga memohon kesediaan Bapak, Ibu dan Saudara Penta’ziah semua untuk berkenan mendoakan almarhum, sehingga perjalanan almarhum menghadap Al-Khaliq dapat berlangsung dengan tenang, sebagaimana dilukiskan Allah dalam Al-Quran:

“Ya jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho nan penuh keridhoan-Nya. Maka masuklah ke dalam barisan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku”

Akhirnya, sekali lagi saya sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para Penta’ziah semua, yang sudi mengantarkan Fany sampai ke tempat peristirahatan terakhir ini.

Semoga doa dan keikhlasan Penta’ziah semua akan lebih meringankan lagi perjalanan almarhum menghadap Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Khusnul khatimah.

Selamat jalan Fanny – saudara, ayah, dan eyang tercinta --, ketulusan cintamu pada keluarga dan pada sesama akan selalu lekat-terukir dalam hati kami !

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 
Fakta, kita hidup di negara rawan bencana. Dan hari ini kita saksikan berbagai bencana telah melanda. Hanya ada dua pilihan: menyerah pada kenyataan atau maju mengambil peran dalam kesiagaan. Dukung dan bergabung bersama kami dalam gerakan ‪‎INDONESIA SIAGA‬ !

Salurkan Donasi Kemanusiaan Anda melalui Lazis Muhammadiyah

BCA No. 8780 171 171
MANDIRI No. 123 00 99 00 8999
BNI SYARIAH No. 00 915 39 444
BRI SYARIAH No. 2020 191 222

Software islami ensiklopedi hadits kitab 9 imam berisi kumpulan hadits dan terjemah